Jpeg

Allianz Indonesia Edukasi Generasi Milenial untuk Sadar Asuransi

Allianz Indonesia membuka booth edukasi kesadaran berasuransi bagi generasi muda milenial pada acara puncak Insurance Day 2018 di Bandung, Jawa Barat. Pameran ini digelar oleh Dewan Asuransi Indonesia sebagai rangkaian dari acara puncak peringatan Hari Asuransi Nasional yang jatuh pada 18 Oktober 2018.

“Allianz senantiasa mendukung upaya peningkatan literasi asuransi kepada masyarakat, terutama generasi milenial. Oleh karena itu, Allianz Indonesia hadir dengan beragam kegiatan edukasi bagi generasi milenial untuk membangun kesadaran berasuransi dalam perayaan Insurance Day 2018 ini,“ kata Kiswati Soeryoko, Chief of Goverment Relations, Corporate Events and Corporate Communications Officer Allianz Indonesia (21/11/2018).

Sebagai salah satu upaya edukasi terhadap masyarakat, Allianz Indonesia memanfaatkan momentum Insurance Day 2018 dengan menyuguhkan berbagai kegiatan antara lain permainan edukatif tentang asuransi, layanan cek Body Mass Index untuk mendukung gaya hidup sehat, dan konsultasi proteksi lengkap yang dimiliki Allianz Indonesia.

Tidak hanya masyarakat, tetapi para pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta perwakilan DAI juga turut mengunjungi booth Allianz Indonesia.

Antusiasme pengunjung booth Allianz Indonesia diharapkan mampu menjadi awalan baik dalam peningkatan literasi masyarakat tentang asuransi melalui edukasi sederhana dan menyenangkan, yang sesuai dengan semangat Allianz Indonesia – Happy Life, Made eAZy.

Allianz juga turut berpastisipasi dalam talkshow di panggung utama Insurance Day 2018 dengan menampilkan Allianz Life Changers, agen milenial Allianz Life Indonesia.

Pada kesempatan ini, Allianz Life Changers berbagi inspirasi kepada para pengunjung tentang peluang menjalani bisnis kewirausahaan (entrepreneurship) di bidang jasa keuangan asuransi.

Selain itu, Allianz Indonesia juga menghadirkan nasabah yang memberikan testimoni tentang mudahnya klaim di Allianz.

Pada rangkaian perayaan Insurance Day 2018, Allianz Indonesia beserta perwakilan penyelenggara, perusahaan-perusahaan asuransi, tenaga pemasar asuransi, dan masyarakat, turut memeriahkan fun walk.

Allianz Indonesia berkomitmen untuk fokus meningkatkan kualitas literasi dan penetrasi mengenai asuransi terutama pada generasi milenial Indonesia melalui beragam program edukasi.

Upaya tersebut sejalan dengan tujuan perayaan Insurance Day 2018 untuk edukasi dan menyejahterakan perekonomian masyarakat.

“Allianz percaya bahwa generasi milenial sebagai masa depan bangsa perlu memiliki kesadaran mengenai perencanaan keuangan dan proteksi sejak dini. Oleh karena itu, Allianz telah meluncurkan program rekrutmen Allianz Life Changers sejak 2017 yang bertujuan untuk memperbesar peluang bagi milenial yang ingin membangun kewirausahaan (entrepreneurship) dalam bidang jasa keuangan asuransi,” ujar Kiswati Soerjoko.

memilih-produk-asuransi-mobil-terbaik

Tips Memilih Asuransi Mobil

Mobil telah menjadi salah satu investasi mahal. Sebagai pemilik, Anda akan berupaya merawat mobil secara rutin agar performa mobil tetap bagus. Di samping itu, mobil Anda juga memerlukan produk asuransi untuk mempermudah proses perawatan.

Dalam memilih produk asuransi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena sangat banyak perusahaan yang menawarkan produk asuransi, Anda perlu membandingkan fasilitas yang ditawarkan hingga bagaimana proses klaimnya.

Agar asuransi mobil yang dipilih memberi manfaat secara maksimal, cek kriteria penting sebelum membeli asuransi mobil berikut ini.

1. Perhatikan Jejak Rekam Perusahaan Asuransi Mobil

Anda dapat mengecek jejak rekam (track record) perusahaan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika Anda ragu, mintalah rekomendasi dari dealer kendaraan. Tetapi, persiapkan dahulu nama perusahaan asuransi yang menjadi pilihan Anda. Apabila pedagang mobil menyebutkan dan memberikan komentar positif terkait perusahaan asuransi yang Anda pilih, perusahaan tersebut berarti dapat dipercaya.

2. Menyesuaikan Asuransi dengan Kebutuhan

Ada dua tipe perlindungan yang didapat dari perusahaan asuransi, yaitu all risk dan total lost only. Di antara keduanya, all risk lebih menguntungkan karena memberikan biaya komprehensif yang lebih besar dibandingkan total lost only.

Selain itu, all risk berlaku untuk semua jenis mobil tanpa memerhatikan umur kendaraan. Sedangkan asuransi total lost only berlaku untuk kendaraan yang berumur 15 tahun ke bawah.

Untuk mengetahui penjelasan rinci mengenai dua tipe asuransi ini, sebaiknya tanyakan langsung kepada petugas di perusahaan asuransi.

3. Pertimbangkan Pelayanan yang Didapat

Pada umumnya, perusahaan asuransi memiliki layanan konsumen selama 24 jam penuh. Jadi, konsumen dapat menghubungi CS (customer service) kapan saja ketika dibutuhkan. Pastikan CS bekerja dengan sepenuh hati dan memberikan pelayanan terbaik kepada Anda.

Apabila CS tidak konsisten, tidak tepat waktu, kurang ramah, dan kurang bertanggung jawab, sebaiknya laporkan kepada atasan di perusahaan. Sehingga mereka dapat memperbaiki pelayanannya di kemudian hari.

4. Hitung Kewajiban yang Dibayarkan

Kewajiban yang dimaksud adalah premi yang dibayar setiap bulan. Bandingkan harga premi di satu perusahaan dengan perusahaan lain. Tapi ingat, jangan mudah tergiur dengan harga premi yang murah. Terkadang, premi murah cenderung lebih sulit ketika diajukan klaim.

Pertimbangkan pula plafon manfaat yang didapat. Jangan sampai harga premi tidak sebanding dengan plafon manfaat yang Anda terima saat mobil mengalami kerusakan.

5. Tanyakan Bengkel Rekanan yang Tersebar

Sama seperti premi, bengkel rekanan yang terhubung ke perusahaan asuransi mobil juga berbeda di setiap perusahaan. Pastikan perusahaan asuransi memiliki bengkel rekanan yang tersebar dimana-mana, khususnya di area sekitar tempat tinggal Anda.

Ada baiknya bengkel juga sudah memiliki standarisasi yang tinggi guna mendapat layanan perbaikan yang memuaskan. Jika Anda kurang yakin dengan bengkel pilihan sendiri, Anda bisa meminta saran polis lain yang menggunakan jasa perusahaan asuransi yang sama.

6. Fasilitas Antar Jemput Mobil Pribadi

Jika mobil butuh perbaikan, Anda tidak perlu bersusah payah mengantar mobil ke bengkel rekanan perusahaan asuransi. Cukup dengan menelpon dan memberitahu posisi Anda, montir siap terjun ke lokasi. Inilah kegunaan dari fasilitas antar jemput.

Sebelum memanfaatkan fasilitas antar jemput, tanyakan apakah penggunaan fasilitas ini dikenakan biaya tambahan atau gratis. Apabila fasilitas ini berbayar, lebih baik mobil diantarkan langsung ke bengkel untuk menghemat biaya.

7. Tanyakan Fasilitas Mobil Pengganti

Selama dalam tahap perbaikan, kebanyakan perusahaan asuransi akan menawarkan fasilitas mobil pengganti. Jenis mobil pengganti bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, sehingga Anda berkesempatan untuk memilih kualitas mobil yang sama bagusnya dengan mobil yang sedang diperbaiki.

Berhubung karena fasilitas mobil pengganti tidak gratis, sebaiknya bandingkan harga mobil pengganti dengan harga mobil di jasa persewaan. Apabila harga mobil di rental lebih murah, lebih baik sewa di rental saja.

Kenali Kriteria Masing-Masing secara Detail

Sebelum membeli asuransi mobil, ketahui terlebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan Anda. Setelah itu, kenali kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Ini penting agar manfaat yang dirasakan semakin maksimal, Anda juga tidak merasa dirugikan di kemudian hari.

brilliant-insurance-brokers-asuransi-keluarga

Hobi Travelling, tapi Minat Berasuransi Perjalanan Rendah

JAKARTA – PT Asuransi Jasindo Syariah meniai kesadaran masyarakat terhadap asuransi perjalanan masih rendah, meski minat masyarakat untuk berpergian cukup tinggi.

Plt Dirut PT Asuransi Jasindo Syariah Acu Kusnandar menilai bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi perjalanan masih sangat kurang.

Dia menuturkan saat ini kontribusi dari penjualan asuransi perjalanan masih dibawah 5% terhadap pendapatan premi Jasindo syariah. Meski demikian, Jasindo Syariah terus berupaya dalam menggenjot pendapatan premi dari sektor ini di sisa tahun.

“Perusahaan akan berupaya memanfaatkan momentum tingginya minat ibadah umroh dan perjalanan liburan untuk menjual produk asuransi perjalanan,” kata Acu kepada Bisnis, Minggu (18/11/2018).

Dia menyampaikan tingginya gaya hidup masyarakat untuk berpergian ke luar negeri, membuat potensi bisnis asuransi perjalanan semakin terbuka lebar.

Dikatakan, pelaku bisnis asuransi perjalanan perlu terus menyosialisasikan keberadaan produk asuransi perjalanan berikut manfaatnya untuk mendongkrak pertumbuhan premi. Tidak hanya itu, lanjutnya, akses untuk pembelian produk juga disarankan dipermudah.

“Salah satunya adalah dengan melakukan bundling penjualan dengan tiket perjalanan itu sendiri selain iuran asuransi wajib yang sudah ada,” katanya.

Acu mengatakan perseroan telah menggalakan distribusi asuransi perjalanan lewat digital. Tujuannya, untuk mempermudah kaum milenial untuk memiliki polis asuransi perjalanan.

Sayangnya, langkah tersebut terhadang oleh pertumbuhan laju ekonomi makro yang melambat. Acu menjelaskan, secara umum harga premi asuransi perjalanan sangat terjangkau, namun biaya perjalanan udara saat ini masih tinggi.

“Sehingga penjualan asuransi berfluktuasi mengikuti daya beli masyarakat untuk travelling,” tanbahnya.

Promo-Mobilio-Brio-dan-BR-V

Premi Asuransi Astra dari Pembelian Tunai Mobil Naik Sepanjang 2018

Penjualan otomotif dari Group Astra sepanjang 2018 memang tidak cukup menggembirakan. Berdasarkan data penjualan, hingga Agustus tahun ini, wholesale roda empat Astra turun 6,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan angka penjualan hanya sekitar 374.744 unit.

Hasil tersebut, tentu saja berpengaruh terhadap lini bisnis Astra lainnya, seperti asuransi. Untuk tahun ini, premi Asuransi Astra (Garda Oto) secara keseluruhan menurun, meskipun jika dilihat dari sistem pembelian mobil, premi pembelian tunai mengalami pertumbuhan dibanding pembelian kredit.

“Untuk premi asuransi cash atau tunai tumbuh sekitar lima sampai enam persen. Sedangkan premi pembelian kredit tahun ini turun dibandingkan periode tahun lalu,” jelas Gunawan S. Salim, Chief Marketing Officer Retail Business Asuransi Astra, di sela-sela peluncuran Happyone.id di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Lanjut Gunawan, untuk target premi hingga akhir tahun, pihaknya tidak berani berandai-andai. Tapi, untuk penjualan otomotif bulan lalu dinilai sudah lebih baik dibanding sebelumnya, begitu juga dengan penjualan bulan ini dan berharap hingga akhir tahun tetap menunjukan tren yang positif.

“Meskipun premi asuransi dari pembelian mobil tunai naik, tetap tidak bisa menutup penurunan premi pembelian kredit,” tegasnya.

Jika dibandingkan, jumlah premi asuransi untuk mobil tunai memang lebih kecil dibandingkan mobil kredit.

Pasalnya, untuk mobil tunai, konsumen membayar premi untuk satu tahun saja, sedangkan kredit membayar untuk tiga tahun dijadikan satu paket.

“Kalau pembelian mobil kredit, tiga tahun asuransi dibayar sekali diawal. Duitnya bisa kita investasikan. Tapi untuk pembelian mobil tunai, asuransi setahun dananya kita investasi, dan sisanya untuk pembayaran klaim,” pungkasnya.

{"total_effects_actions":0,"total_draw_time":0,"layers_used":0,"effects_tried":0,"total_draw_actions":0,"total_editor_actions":{"border":0,"frame":0,"mask":0,"lensflare":0,"clipart":0,"text":0,"square_fit":0,"shape_mask":0,"callout":0},"effects_applied":0,"uid":"93C5C32E-C8A5-48A2-BE71-5E5F323982EE_1539882049846","entry_point":"create_flow_fte","photos_added":0,"total_effects_time":0,"tools_used":{"tilt_shift":0,"resize":1,"adjust":0,"curves":0,"motion":0,"perspective":0,"clone":0,"crop":1,"enhance":1,"selection":0,"free_crop":0,"flip_rotate":0,"shape_crop":0,"stretch":0},"width":650,"source":"editor","origin":"gallery","height":412,"subsource":"done_button","total_editor_time":86,"brushes_used":0}

OJK Dorong Perusahaan Asuransi Bidik Generasi Milenial

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan asuransi membidik generasi milenial, dengan membuat layanan asuransi yang sesuai kebutuhannya. Langkah itu perlu dilakukan mengingat angka penetrasi asuransi di Indonesia masih 3%.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi mengatakan, perusahaan asuransi harus memikirkan bagaimana asuransi bisa menggunakan teknologi sehingga akses semakin mudah.

“Perusahaan asuransi harus melihat, bagaimana minat dan keinginan masyarakat milenial. Bagai manapun mereka adalah potensi kedepan yang harus diharap,” jelas Riswinandi saat kegiatan Insurance Day 2018 di Trans Studio Mal (TSM), Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (18/11/2018).

Menurut dia, saat ini ada 137 perusahaan asuransi konvensional di Indonesia. Sebanyak 63 asuransi berbasis syariah, 167 pialang asuransi. Walau pun jumlahnya cukup banyak, di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, total aset asuransi tumbuh 7,8% menjadi Rp677,9 triliun. Pemasukan premi tercatat Rp293,88 triliun atau tumbuh 8,3%.

Selain membidik generasi milenial melalui teknologi, beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah mempermudah aksesibilitas. Karena Indonesia adalah negara kepulauan, perlu dipikirkan bagaimana agar daerah mudah mengakses asuransi.

“Saya kira, kira perlu upaya agresif, karena angka inklusi asuransi kita yang masih rendah. Selanjutnya bagaimana memberi kepercayaan terkait klaim yang oleh masyarakat masih diragukan. Ini harus diyakinkan kepada masyarakat dan paham betul apa yang dia beli,” timpal dia.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna mengatakan, jumlah penduduk Indonesia sampai akhir 2018 mencapai lebih dari 265 juta jiwa. Sementara yang memiliki asuransi baru mencapai 1,7 %.

“Jumlah penduduk yang sangat besar ini, merupakan opportunity, khususnya bagi industri asuransi di Indonesia untuk dapat mengedukasi dan menjelaskan pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Sehingga masyarakat akan sadar pentingnya asuransi untuk memproteksi dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit dan musibah lain yang mungkin datang, baik kepada diri sendiri, keluarga dan harta benda,” papar Dadang.

Sementara itu, rangkaian kegiatan Insurance Day 2018 telah dimulai pada bulan Oktober 2018 lalu berakhir di Bandung. Bandung sebagai kota tempat berlangsungnya puncak kegiatan Insurance Day 2018.

Selama Kegiatan Insurance Day berlangsung, telah dilaksanakan kegiatan literasi asuransi di 18 kota, dan mendapat pangakuan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Pengakuan itu sebagai kegiatan “Literasi Asuransi Kepada Mahasiswa di Kota Terbanyak” dengan jumlah peserta literasi tercatat sebanyak 6.065 orang.

Ketua Panitia Insurance Day 2018 Yanti Parapat menuturkan, Insurance Day 2018 mengusung tema “Mari Berasuransi”. Tema tersebut membawa pesan untuk bersama-sama mengajak masyarakat Indonesia agar lebih mengenal asuransi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan literasi asuransi yang konsisten dan berkelanjutan.

brilliant-insurance-brokers-asuransi-mobil

Beberapa Cara Agar Klaim Asuransi Mobil Tidak Ditolak

Para pemilik kendaraan wajib menggunakan asuransi. Hal ini karena saat terjadi kecelakaan melibatkan kendaraan maka asuransi bertujuan melakukan penggantian biaya maupun pemberian santunan yang sesuai dengan polis asuransinya.

Namun begitu, ternyata saat mengklaim asuransi tak semua masalah bisa ditangani atau mendapat pertanggungan yang diasuransikan.

Berdasarkan keterangan tertulis Adira Insurance, proses klaim wajib dilakukan oleh pelanggan pemegang polis kepada perusahaan asuransi melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Urusan mengklaim asuransi, ada beberapa tahapan, yaitu pertama:

Perusahaan asuransi akan memeriksa validitas dari polis terlebih dahulu. Jika polis memenuhi syarat verifikasi dan klaim yang diajukan juga sudah sesuai dengan isi polis maka perusahaan asuransi akan membayarkan klaim tersebut kepada pelanggan yang melakukan pelaporan klaim.

Namun demikian, ternyata saat proses klaim asuransi yang kerap terjadi adalah kurang telitinya pihak tertanggung terhadap polis. Padahal di dalam polis disebutkan berbagai hal terkait asuransi yang akan diklaim.

Menurut Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance, baik pelanggan maupun perusahaan asuransi harus sudah sepakat terlebih dahulu sebelum melakukan penutupan.

“Perusahaan sudah memberikan informasi sejelas-jelasnya dan pelanggan sudah mengerti dengan pasti isi dari polis tersebut. Selain kesepakatan tersebut, perusahaan asuransi juga harus memberikan kemudahan pelanggan yang ingin melakukan klaim. Jangan dipersulit, karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” jelas Julian dalam keterangan terulisnya, Sabtu (3/8/2018).

Jika merasa kurang paham, Julian mengatakan agar konsumen melaporkan klaim melalui contact center ataupun melalui platform aplikasi digital.

Untuk Adira Insurance, jika ingin klaim via digital atau e-claim maka hal ini akan memudahkan pelanggan untuk melaporkan klaim tanpa batasan lokasi dan waktu.

Adapun tips agar klaim asuransi mobil berjalan lancar dan dibayarkan oleh asuransi, antara lain:

1. Pelanggan harus menghindari hal-hal yang dikecualikan dalam polis seperti telat melapor klaim dari batas waktu pelaporan, pengemudi tidak memiliki surat izin mengemudi, klaim yang dilaporkan tidak dijamin dalam polis, klaim yang dilaporkan termasuk dalam klausul pengecualian dalam polis.

2. Melengkapi dokumen klaim, seperti formulir klaim yang telah diisi, fotokopi polis asuransi, SIM, STNK, surat keterangan dari kepolisian.

3. Kendaraan milik tertanggung tidak digunakan untuk perbuatan yang melanggar hukum.

4. Jika Anda mengalami kecelakaan, jangan lupa memberikan bukti dengan mendokumentasikan terlebih dahulu keadaan kendaraan Anda pasca kecelakaan.

5. Perhatikan terkait wilayah pertanggungan apakah sesuai dengan isi polis.

6. Jangan membuat kerusakan yang terjadi merupakan kerusakan yang disengaja oleh tertanggung.

7. Memahami penyebab kecelakaan ditanggung sebelum mengajukan klaim secara langsung, anda juga perlu membaca dengan jelas mengenai polis-polis yang diberikan pihak asuransi.

OJK Minta Pelaku Industri Asuransi Tak Sulitkan Pembudidaya Ikan

OJK Minta Pelaku Industri Asuransi Tak Sulitkan Pembudidaya Ikan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil.

Asuransi perikanan dianggap sangat penting untuk memberikan perlindungan bagi pembudidaya skala kecil agar usahanya berlanjut. Deputi Komisioner Pengawas IKNB 2 OJK, M. Ihsanuddin, meminta industri asuransi agar tak menyulitkan pelaku usaha kecil untuk mengakses asuransi. Oleh karena itu, asuransi diharapkan mampu menciptakan skema atau jenis asuransi yang mudah dimengerti dan dijalankan pelaku usaha kecil

“Ini bagi teman-teman asuransi untuk buat produk yang mudah dipahami dimengerti. Kalau bagi petani, nelayan, dan pembudidaya yang penting gampang diklaim. Intinya itu saja,” kata dia, di acara peluncuran, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Meskipun demikian, dia menegaskan hal tersebut tidak berarti asuransi harus mengabaikan aspek keamanan dan ketelitian dalam menjalankan usaha. Sebab bisa saja, kemudahan yang ditawarkan asuransi malah menjadi jalan bagi oknum tertentu untuk bertindak merugikan.

Oleh karena itu, dia berharap kerja sama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membantu mengawasi terhadap pembudidaya ikan skala kecil.

“Tapi jangan juga menggampangkan. Sudah dibantu, preminya kecil. Tidak semuanya risiko (bisa ditanggung asuransi). Kalau perlu sertifikasi, apa ini karena diserang hama atau karena dikasih makan. Hal ini harus dilakukan secara baik,” tegas dia.

Untuk diketahui, risiko usaha yang akan dijamin lewat asuransi ini, antara lain penyakit yang menyebabkan matinya komoditas serta kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana sehingga menimbulkan kerusakan mencapai 50 persen.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

brilliant-insurance-brokers-asuransi-terbaik-4

Aset Industri Asuransi Capai Rp807 Triliun per September 2018

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai dengan akhir bulan September 2018 aset industri asuransi mencapai Rp807,06 triliun atau meningkat 6,92% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara pendapatan premi pada periode yang sama mencapai Rp212,75 triliun atau naik sebesar 10,67% yoy.

“Dari data tersebut telah terjadi peningkatan pendapatan premi yang artinya telah terjadi peningkatan penggunaan asuransi oleh masyarakat dalam pengelolaan risiko,” kata Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK M Ihsanuddin di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Dia melanjutkan, perkembangan di industri asuransi tidak terlepas dari pengaruh berbagai faktor dan variabel perekonomian, termasuk kondisi makro ekonomi. Kurs rupiah dan harga minyak bumi menurutnya juga menjadi salah satu faktor perekonomian yang menantang dalam kondisi industri asuransi tahun 2018.

“Saya teringat pesan presiden yang mengimbau agar para pelaku bisnis perasuransian dapat senantiasa turut berperan dalam memperkecil gap kesenjangan sosial di Indonesia,” ujarnya.

Perhatian untuk menyejahterakan sektor menengah ke bawah menurutnya menjadi pekerjaan rumah bagi semua pemangku kepentingan di industri asuransi. Dari situ, OJK mulai terjun langsung untuk memberikan edukasi dan sosialisasi serta mendorong masyarakat untuk mengenal dan memahami pentingnya perlindungan asuransi.

“Kita harus menyentuh kalangan masyarakat petani, nelayan dan masyarakat pesisir, pelaku usaha UMKM, dan masyarakat di daerah-daerah tertinggal,” ungkap Ihsanuddin.

Dalam hal ini, OJK mendukung program strategis pemerintah tahun 2018 dengan meluncurkan produk asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil meliputi komoditas udang, bandeng, nila dan patin.

OJK pun meyakini produk asuransi budidaya ini merupakan pertama kali di Indonesia. Dia memaparkan, asuransi ini memberikan perlindungan risiko kepada pembudidaya atas penyakit yang mengakibatkan matinya komoditas yang diasuransikan atau kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam sehingga menyebabkan kerusakan sarana pembudidaya mencapai lebih dari atau sama dengan 50%.

Secara umum, produk Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil ini tetap menerima subsidi premi 100% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai premi mulai dari Rp90.000 sampai dengan Rp225.000 per tahun sesuai dengan satuan luasan lahan budidaya.

Diharapkan pada tahun ini, koasuransi mulai membesarkan dan memperluas jangkauan pemasaran produk asuransi tidak hanya yang disubsidi oleh APBN tetapi memberikan literasi dan meningkatkan inklusi masyarakat pembudidaya dengan meluncurkan produk asuransi perikanan tanpa subsidi APBN atau secara mandiri.

Adapun pembudidaya akan mendapatkan santunan apabila terjadi klaim dengan nilai maksimal per tahun mulai dari Rp1,5 juta sampai dengan Rp7,5 juta sesuai dengan satuan luasan lahan budidaya. Di samping itu, asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil pada tahun ini memberikan perlindungan kepada 6.914 orang pembudidaya dengan luasan lahan budidaya berjumlah 10.220,6 hektare dengan nilai premi subsidi APBN sebesar Rp2,987 miliar.

Sebelumnya, asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil bernama Asuransi Budidaya yang telah dimulai sejak bulan Desember 2017 dengan komoditas udang. Lalu pada tahun 2018, OJK melihat adanya penambahan komoditas budidaya yang dilindungi meliputi komoditas udang, bandeng, nila dan patin.

Mengingat subsidi premi ini hanya diperuntukkan pembudidaya ikan kecil, maka OJK memandang pemberian nama produk asuransi harus relevan serta antisipasi penambahan komoditas budidaya di masa mendatang.

memilih-produk-asuransi-mobil-terbaik-anda

Bingung Pilih Asuransi?

Jakarta – Motivasi utama dalam membeli asuransi jiwa bukanlah untuk berinvestasi, namun mencari perlindungan atas berbagai risiko. Dalam kehidupan, akan banyak risiko yang dapat menimbulkan masalah untuk keuangan. Apa saja kekhawatiran itu?

Apakah Anda akan khawatir tidak memiliki uang yang cukup ketika harus membayar biaya rumah sakit? Atau apakah Anda akan khawatir karena ketika terjadi kematian, maka keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kesulitan keuangan?

Apakah Anda akan khawatir jika harta benda rusak akibat bencana? Manakah yang menjadi kekhawatiran terbesar Anda?

Idealnya, setiap rumah tangga dilengkapi oleh berbagai asuransi yang memungkinkan untuk antisipasi berbagai risiko kehidupan. Namun, sayangnya dengan dana terbatas maka pembayaran premi pun harus dibatasi sekitar 5% hingga 10% dari penghasilan. Jika demikian, manakah asuransi yang perlu diprioritaskan?

1. Tentukan mana yang lebih penting
Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan sama pentingnya bagi rumah tangga. Jika terpaksa memilih, maka dahulukan kepemilikan asuransi kesehatan. Program BPJS Kesehatan dapat membantu, namun akan lebih baik jika dilengkapi oleh asuransi kesehatan.

Setelah minimal memiliki BPJS Kesehatan, maka berikutnya Anda sebaiknya membeli Asuransi Jiwa. Asuransi kerugian seperti asuransi rumah dan asuransi kendaraan baik dimiliki setelah Anda memiliki asuransi kesehatan dan jiwa.

2. Cara menghitung uang pertanggungan
Untuk asuransi kesehatan, saya sarankan untuk mengambil manfaat minimal yang sesuai dengan kemampuan membayar premi.

Sedangkan, untuk asuransi jiwa maka besaran untuk menentukan uang pertanggungan pada umumnya dihitung berdasarkan jumlah kebutuhan biaya hidup tanggungan selama 5 tahun ke depan. Harapannya, pasangan yang ditinggalkan mampu untuk berpenghasilan di tahun-tahun berikutnya.

3. Bandingkan penawaran dari beberapa penyedia asuransi
Ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang menyediakan produk asuransi. Pilihan dapat dijatuhkan untuk perusahaan yang memberikan manfaat lebih untuk premi yang lebih rendah, kemudahan melakukan klaim, dan jaringan yang luas.

Tanyakan pada teman atau kerabat yang bisa memberikan rekomendasi, dan lakukan perbandingan juga dari beberapa agen asuransi dari perusahaan asuransi yang berbeda.

 

4. Tanyakan pada rumah sakit tempat Anda biasa berkunjung, asuransi mana yang terbaik
Tentunya Anda memiliki rumah sakit favorit yang sudah menjadi langganan keluarga. Kalau Anda sakit, akan lebih nyaman untuk pergi ke rumah sakit langganan karena sudah kenal dengan dokter dan rekam medis sudah tercatat.

Anda juga bisa memperoleh referensi dari bagian administrasi rumah sakit, asuransi mana yang terbaik. Kerjasama yang baik antara rumah sakit dan perusahaan asuransi, akan membuat proses administrasi juga lebih sederhana.

5. Utamakan fasilitas cash-less untuk asuransi kesehatan
Pastikan asuransi kesehatan yang dimiliki bersistem cash-less atau tanpa jaminan uang tunai. Dengan demikian, kekhawatiran Anda akan berkurang dengan fasilitas kenyamanan yang ditawarkan.

Live a beautiful life!

brilliant-insurance-brokers-asuransi-terpercaya

Korban Lion Air Tak Masuk Manifes Teridentifikasi, Asuransinya?

Bogor – PT. Jasa Raharja berjanji akan menanggung Arif Yustian, 20, sekalipun tak tercantum dalam manifes pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang, 29 Oktober 2018 lalu. Janji ini telah diterima Sariyoso setelah didatangi perwakilan dari Jasa Raharja secara langsung.

“Setelah ramai di pemberitaan kalau nama anak saya nggak masuk manifes, orang Jasa Raharja sudah datang ke rumah dan bertemu istri saya,” kata Sariyoso ketika ditemui di rumahnya di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat 9 November 2018.

Menurut Sariyoso, PT. Jasa Raharja meminta berkas untuk mengurus klaim asuransi. Berkas yang diminta seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP. Saat itu disampaikan bahwa berkas dilengkapi sambil menunggu hasil identifikasi dari Tim DVI RS Polri.

Seperti diketahui per Kamis malam 8 November 2018 jasa Arif sudah berhasil diidentifikasi. “Kata orang Jasa Raharja, berkasnya belum lengkap, yakni surat kematian, katanya nunggu dari DVI, jadi saya suruh nunggu,” kata Sariyoso mengungkapkan.

Sariyoso mengaku selama ini proses pemberkasan klaim asuransi tidak dipersulit. Sejauh ini dia mengungkap telah menerima uang Rp 5 juta dari Lion Air sebagai uang tunggu. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011, keluarga Arif Yustian seharusnya masih akan menerima uang kedukaan, pengganti bagasi, serta santunan dari maskapai.

Arif Yustian, 20 tahun, tidak masuk kedalam daftar manifes resmi yang dikeluarkan oleh Lion Air dalam tragedi 29 Oktober 2018. Arif diterbangkan oleh perusahaannya PT. Sky Pacific Indonesia ke Bangka Belitung dalam rangka tugas menggantikan seorang temannya.

Sebelumnya, Kepala Humas Jasa Raharja M Iqbal Hasanuddin juga mengatakan akan tetap memberikan santunan kepada penumpang yang sah melalui alat bukti berupa tiket. Sedang pengamat asuransi dari Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Irvan Rahardjo mengatakan, biasanya kasus penumpang tidak tercantum dalam manifes akan mendapatkan santunan ganti rugi sukarela dari maskapai.

“Mungkin bisa dimintakan ex gratia atau sukarela untuk kasus penumpang pengganti yang tidak tercantum dalam manifes,” ujar Irvan seperti dikutip dari Koran Tempo 5 November 2018.